
Angkatan Bersenjata Prancis melaporkan bahwa sebuah pesawat patroli maritim Prancis, model Breguet Br.1150 Atlantic, menjadi sasaran sistem pertahanan udara Rusia saat sedang memantau infrastruktur bawah laut di Laut Baltik.
Insiden tersebut, yang meningkatkan ketegangan di kawasan, melibatkan aktivasi radar kendali tembakan oleh unit angkatan laut Rusia.
Menurut Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis, insiden ini terjadi baru-baru ini dan bukan yang pertama. Pada 19 Januari, insiden serupa dilaporkan ketika sistem pertahanan udara Rusia S-400 mengarahkan radar pemandu misil ke pesawat dari kelas yang sama. Selain itu, Prancis juga melaporkan penggunaan peperangan elektronik untuk mengganggu sistem pesawat selama penerbangan.
Pesawat Breguet Br.1150 Atlantic

Awalnya dikembangkan sebagai pesawat perang anti-kapal selam, Breguet Br.1150 Atlantic melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1981. Sejak saat itu, pesawat ini telah mengalami berbagai pembaruan dan kini berfungsi sebagai platform patroli maritim multifungsi.
+ Video: RAF Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Helikopter Puma Setelah Lebih dari 50 Tahun Bertugas
Modernisasi besar terbaru, yaitu program Standard 6 yang dimulai pada tahun 2013, memperbarui sistem avionik dan sensor pesawat. Peningkatan ini mencakup radar Thales Searchmaster, sistem elektro-optik MX-20 dengan penglihatan siang dan malam serta penunjuk laser, komputer taktis modern, dan sistem pemrosesan akustik digital.
Meskipun telah mengalami banyak peningkatan, Atlantic masih mempertahankan beberapa peralatan lama seperti pelampung sonar aktif dan pasif, kamera inframerah depan, detektor anomali magnetik di ekor, dan sensor intelijen elektronik di ujung sayap — yang digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan mencegat transmisi radio.
Kemampuan tempur yang ditingkatkan
Dengan modernisasi tersebut, pesawat ini kini mampu membawa persenjataan yang lebih canggih, seperti hingga empat bom berpemandu laser seri Paveway (GBU-12/B dan GBU-58/B), selain senjata tradisionalnya yang mencakup torpedo anti-kapal selam MU90 dan misil anti-kapal AM.39 Exocet.
Insiden ini semakin memperkuat ketegangan di Laut Baltik, wilayah dengan kepentingan strategis yang semakin meningkat antara negara-negara NATO dan Rusia.
Sumber dan gambar: X @EtatMajorFR / mil.in.ua
